Mari Belajar dari Timnas Malaysia

“Indonesia…! Indonesia…!”  Yel-yel tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Terlebih pada akhir tahun lalu, tepatnya bulan Desember, ketika dihelatnya ajang sepakbola AFF SUZUKI CUP 2010.  Yel-yel “Indonesia…! Indonesia…!” atau “ Go Irfan…! Go Gonzales…!” menjadi makanan sehari-hari kita.
Namun, besarnya dukungan yang diberikan oleh supporter Indonesia ternyata belum mampu membuat Indonesia tampil sebagai juara. Hasilnya membuat sedih memang, karena Indonesia akhirnya harus kalah dari Malaysia dengan agregat 4-2. Sedih, tapi harus kita terima dengan lapang dada. Sebab faktanya, pada babak final lalu memang Malaysia bermain lebih bagus dari timnas kita.
 Sebagai anak yang baik dan pintar tentu kalian bisa mengambil banyak pelajaran dan hikmah dari semua itu.  Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kemenangan timnas Malaysia dari timnas Indonesia, diantaranya;
Pertama, Jangan patah semangat sebelum bertanding. Sebaliknya, tetaplah selalu optimis dan yakin bahwa kita pasti bisa! Siapapun tahu, sebelum pertandingan final digelar, Malaysia dan Indonesia sebelumnya pernah bertemu pada babak penyisihan grup, dan hasilnya ketika itu Malaysia kalah 1-5 dari Indonesia. Tapi hasil tersebut tidak membuat mereka lantas rendah diri dan takut. Kekalahan tersebut justru membuat mereka lebih semangat meraih kemenangan, setelah sebelumnya belajar dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat pada pertandingan penyisihan sebelumnya. Hasilnya? Tentu seperti yang kita lihat, mereka behasil.
Kedua, Disiplin. Pada pertandingan final itu kita semua tahu, betapa sulitnya para penyerang timnas Indonesia mencetak gol dan membuat peluang. Itu karena para pemain Malaysia, terutama bek-bek mereka bermain dengan penuh disiplin. Disiplin menjaga, disiplin menerima arahan-arahan pelatih. Begitupun kita. Kita tidak mungkin berhasil dan memperoleh apa yang kita inginkan kalau kita sendiri tidak disiplin. Disiplin belajar, disiplin berlatih, disiplin berusaha, disiplin berdo’a dan disiplin dengan tugas-tugas lainnya.
Ketiga, Jangan sombong dengan hasil yang sudah diraih. Khusus yang ketiga ini disampaikan sendiri oleh salah seorang pemain timnas kita, Ahmad Bustomi, dalam akun twiternya; ”Ini tamparan dari Allah untuk kita. Mungkin selama ini belum-belum kita sudah takabbur dengan hasil yang dirah…” Tidak salah memang, sebelumnya banyak pihak yang merasa sangat yakin Indonesia bakal menjadi juara. Terlebih karena sebelumnya Indonesia pernah mengalahkan Malaysia. Ingat, sombong adalah sifat negative yang harus kita jauhi. Sebab selain bisa melenakan kita, ia juga bisa menjerumuskan kita pada kebinasaan dan dosa.
Ada pepatah mengatakan, “belajarlah kamu sampai ke negeri cina,” artinya belajar lah kita darimanapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Dan sekarang, tidak ada salahnya kita belajar dari timnas Malaysia. Belajar tentang optimisme, semangat,  disipiln dan rendah diri.*
(Mans/17-01-2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s